Kepala Badan Pusat Statistik Rusman Heriawan mengatakan mundurnya Sri Mulyani Indrawati dari jabatan Menteri Keuangan hanya akan membawa dampak jangka pendek bagi tingkat optimisme pelaku bisnis di Indonesia. "Kalau disurvei sekarang memang ada shock di pasar, tapi itu hanya jangka pendek. Optimisme akan pulih kembali," kata Rusman di Jakarta, Senin (10/5).
Rusman mengatakan, ramainya pemberitaan di berbagai media massa mengenai mundurnya Sri Mulyani tidak bisa dipungkiri menyebabkan kenaikan pasar antara lain ditunjukkan oleh anjloknya saham dan melemahnya nilai rupiah. Menurut dia, faktor utamanya bukan mundurnya Sri Mulyani. "Hal itu lebih disebabkan krisis Yunani dan melemahnya nilai mata uang beberapa negara," katanya. "Jadi lebih karena faktor eksternal."
Berdasarkan pernyataan Badan Pusat Statistik, Senin ini, Indeks Tendensi Bisnis (ITB) Indonesia pada kuartal I-2010 mencapai 103,41 yang mengindikasikan peningkatan kondisi bisnis pada triwulan ini. Namun tingkat optimisme pelaku bisnis lebih rendah dari kuartal sebelumnya sebesar 108,45. Sementara Indeks Kuartal II-2010 diperkirakan meningkat hingga 107,62.
Pada saat survei tersebut dilakukan, Sri Mulyani belum menyatakan keputusannya mundur sebagai Menteri Keuangan. Rusman menegaskan, siapa pun nantinya pengganti Sri Mulyani yang ditunjuk SBY akan sangat menentukan pasar. "Apakah nantinya menteri yang baru pro rakyat atau pro pasar, itu akan sangat menentukan," ujarnya.
sumber :http://id.news.yahoo.com/tmpo/20100510/tbs-mundurnya-sri-mulyani-belum-pengaruh-25f80c9.html
Senin, 10 Mei 2010
Langganan:
Komentar (Atom)